Friday, September 23, 2011

Personality : Who am I??

Selama beberapa bulan ini entah kenapa masalah tentang kepribadian menjadi topik terkuat yang selalu muncul dibenak saya. Entah dikatakan hanya sebagai "Kepribadian" atau memang awal untuk mencari jati diri dan memahami diri sendiri. Perdebatan tentang tipe kepribadian kadang pula jadi titik terberat ketika harus berdebat dengan pasangan, saya juga bingung kenapa ini seperti bertentangan. Awalnya sebelum kami memahami sesama, kami setuju untuk mengenali diri kami masing-masing. Hasil analisis tes kepribadian menunjukkan bahwa saya "Dominan Kholeris dan Semi Sanguinis". Hasil tersebut cukup membuat saya kaget, karena bagi saya ada beberapa hal yang masih berseberangan, tapi memang harus diakui beberapa ciri Kholeris itu melekat dalam diri saya. 

Setelah mengetahui hasil tersebut, saya makin penasaran ingin lebih dalam lagi mengeksplor tentang siapa diri saya, salah satunya tes kepribadian yang saya ikuti secara online lewat situs http://www.ipersonic.com/id. Kali ini hasil menunjukkan bahwa saya tergolong manusia dengan tipe kepribadian "Realis Sosialis", berikut deskripsinya:

Tipe Realis Sosial adalah orang-orang populer yang penuh energi. Mereka dapat diandalkan, terorganisir dengan baik, dan senang menolong. Nilai-nilai tradisional penting bagi mereka. Pembentukan keluarga juga memegang peran utama dalam kehidupan mereka. Tipe Realis Sosial memiliki sifat sosial yang menonjol. Mereka selalu siap mendengarkan kegelisahan dan masalah orang lain dan tidak pikir panjang ketika dimintai bantuan. Dengan empati dan pengertian, mereka dapat merasakan apa yang dibutuhkan orang lain. Tipe Realis Sosial selalu bersedia menghargai sifat-sifat baik orang lain dan memaafkan kelemahan orang itu. Mereka yang paling mudah bergaul dari seluruh tipe kepribadian. Kontak sosial sangat penting bagi mereka.

Tipe Realis Sosial sangat sulit menerima konflik dan kritik – keharmonisan adalah ramuan mujarab bagi hidup mereka. Pengakuan dan harga diri sangat penting bagi tipe ini. Di sisi lain, diferensiasi bukan salah satu kekuatan mereka. Dalam pekerjaan dan kemitraan, mereka setia, berkomitmen, dan selalu siap jika dibutuhkan. Mereka mudah berteman karena keterbukaan dan kehangatan mereka, dan mereka memiliki lingkaran besar pertemanan. Dalam asmara, mereka bisa dipercaya, penuh perhatian, dan menyayangi pasangan mereka dengan imajinasi dan kepekaan besar. Tipe Realis Sosial menunjukkan perasaan mereka dengan terbuka dan jujur. Jika hubungan mereka putus, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri. Itulah sebabnya mereka sulit mengakhiri hubungan sekalipun hubungan itu sudah tidak berhasil memenuhi kebutuhan mereka.

Tipe Realis Sosial adalah tipe yang lebih konservatif. Mereka memiliki tata nilai dan aturan yang kaku yang berorientasi pada tradisi yang tak lekang oleh waktu. Mereka lebih menyukai lingkungan dan proses kerja yang jelas dan terstruktur; mereka tidak menyukai terlalu banyak perubahan dan gejolak. Kekuatan mereka terletak pada diri mereka yang teliti dan dapat diandalkan dan bukan pada keluwesan dan spontanitas mereka. Tipe Realis Sosial hanya terbuka hingga batas tertentu terhadap hal-hal baru. Namun, jika Anda mencari orang untuk menyelesaikan tugas dengan dapat diandalkan dan tepat, merekalah orangnya.

Realist can be romantic
Pic by Jeff the Trojan

Berdasarkan deskripsi tersebut, hasilnya memang cukup valid. Saya seorang "Realis Sosialis", cukup nyaman dengan deskripsi tersebut. Bagaimana dengan kalian??? 
Kadang kita perlu introspeksi diri dengan menganalisis hal-hal yang kita lakukan, diskusi dengan pasangan, teman atau siapapun untuk membangun karakter dan kepribadian yang lebih baik lagi. Jadikan hidup ini lebih bermakna dengan memahami siapa diri kita :)

40 Tips for a Happier Life

Writer : Felicitas Heyne
Repost: http://www.ipersonic.com/blog_files/40-Tips-for-a-Happier-Life.html  

Since the end of the 90s a new branch of the science, also known as Positive Psychology has been dealing with the essentials for happiness. In order to help you find out which happiness potentials are maybe lying idle with you, I have summarized the 40 most important insights on the subject “happiness” in an abbreviated format in the following “checklist”.

  1. Get to know yourself really well!
    Whoever knows more about him/herself, will better be able to tap into his/her potential, advance his/her development and learn to better deal with critical issues. (Our personality test is a great starting point for that)
  2. Do what you love!
    Professional and private activities conveying the feeling of absolute fulfillment create “flow” in us – and that makes us happy. It is the result of the brain’s optimal utilization. (See also my article "Do what you enjoy doing!")
  3. Invest in your Partnership!
    People living in long-lasting, good partner relationships are evidentially happier than singles. In multiple studies this factor has repeatedly been proven to be the most effective for increasing life-satisfaction – it is much more important than money, job and hobbies.
  4. See your Profession as a Calling!
    Whoever sees him/herself as important contributor in his/her work, experiences his/her occupation as meaningful and feels that his/her special skills are needed is happier than those who are just ”doing their job”. (See also my article "How to find a job that makes you happy")
  5. Cultivate Friendships!
    Positive social contacts reduce stress and promote health. Studies also clearly indicate them to be life prolonging.
  6. Don’t chase after Money!
    Studies frequently demonstrate that the impact of a higher income on happiness or even that of winning the jackpot turn out to be minimal in the long term.
  7. Make Peace with your Past!
    An essential condition for satisfaction and happiness is to make peace with one’s own history and past and accept it the way it is.
  8. Don’t compare yourself with others!
    Comparisons with others who are (perceived) to be doing better in some way or other is a perfect method to make yourself miserable because they reduce your own satisfaction.
  9. Savor Times of Happiness to the fullest!
    The longer and more intensely one enjoys the times of happiness and the resulting high, the more this memory becomes a part of the consciousness and positively impacts the overall life-satisfaction.
  10. Set yourself realistic Milestones!
    Intermediate goals are easier to reach and therefore cumulatively provide more frequent feelings of happiness than one long term and excessively ambitious goal: Each individual sense of achievement activates the brain’s reward system and creates happiness.
  11. Clear out and sort!
    Divesting oneself of the old, useless and unwanted provides all sorts of energy, momentum and creates room for new and exciting things in life.
  12. Frequently tackle new Things!
    New surprising experiences activate the brain’s pleasure system, curiosity and the willingness to deal with the unknown are important elements of happiness.
  13. Quickly take care of Things that must be done!
    Although procrastination may sometimes be temporarily the easy way out, in the long term it creates unhappiness: Much more conducive to happiness: The sense of achievement when a task (especially if it was unpleasant) has been accomplished. (See also my article "How to fight procrastination")
  14. Work on your Character!
    According to Positive Psychology the following six virtues are the key to happiness: wisdom and knowledge, courage, humanity, justice, temperance and transcendence.
  15. In Times of Crisis look for professional Support!
    Banal but important: It is a lot easier to handle depressions, traumatic experiences or other serious psychological problems inhibiting one’s happiness with someone’s support.
  16. Look for Outdoor Leisure!
    Engagement with nature and plants steadies, relaxes and imparts the feeling of success.
  17. Enjoy consciously and intensely!
    Savoring consciously stimulates all senses, creates happiness and can even prevent depressions and ease pain. This is possible through the release of opioids produced naturally in the body.
  18. Develop your Spirituality!
    Human beings are creatures searching for meaning and a spiritual footing. Regardless whether one is drawn to the traditional religions or as a free spirit creates one’s own superstructure: Any form of faith has been proven to benefit personal happiness.
  19. Look for contact with animals!
    Pets provide variety, affection and fun in our daily routine – they make us happy and are frequently important participants in psychotherapy.
  20. Help others!
    Helping others also makes us happier and more content. Volunteering can even positively impact life expectancy!
  21. Learn to value the unexpected!
    Variety prevents inurement and insensibility vis à vis known fields and allows for new and enjoyable experiences that one would miss otherwise.
  22. Exercise regularly!
    Exercise is a very important source of happiness. Studies have shown that for many people regular endurance training three times a week for half an hour helps as effectively against melancholy as medication.
  23. Avoid any kind of drugs!
    Regular drug use can reduce the amount of D2-receptors in the brain, docking stations for the neurotransmitter Dopamine. The smaller their amount, the more difficult it becomes to feel happiness.
  24. Smile and laugh at every opportunity!
    Smiling has so many positive effects on body and soul that many therapies now specifically treat illnesses and depressions with gratuitous laughter training.
  25. Be grateful!
    To be constantly aware for how much one can be grateful in one’s life notably and drastically increases personal satisfaction. A great method to focus on the positive aspects of your daily life is the happiness diary. (See also my article "Gratitude is a key to happiness")
  26. Be parsimonious with periods of Idleness!
    It is only in the short term, that idleness makes happy, but then very quickly causes dissatisfaction and even illness. Consequently, any activity is better than protracted inactivity.
  27. Seek Tenderness and physical Contact!
    Affectionate contact assuages fear, relieves stress and relieves opiates increasing our happiness and satisfaction.
  28. Welcome Problems in your life!
    The feeling to have faced and successfully mastered a difficult situation is a central happiness module. (See also my article "How problems can make you feel happy")
  29. Focus on the Positive!
    Those who concentrate on the beautiful things in life are happier than those who only ponder on the negative.
  30. Cultivate your Sex Life!
    Sex is one of the most effective and healthiest means to pleasant feelings providing a sheer surge of happiness hormones in the body.
  31. Be open to anything new!
    Maintain a large network of contacts, invariably face things with interest and generally walk through life in a relaxed way. In doing so, you‘ll make it easier for unexpected opportunities to pop up.
  32. Practice your Intuition – and trust it!
    Those favored by luck are usually people with an excellent intuition and a sure gut feeling. (See also my article "Intuition - Knowledge on a Gut-Level")
  33. Be optimistic!
    Those who expect the positive, also tend to be recipients of the positive. On the other hand, those who see themselves as unlucky fellows, block their feeling to be happy. Both convictions act as self-fulfilling prophecies.
  34. Occasionally say „no“!
    Those who always put their wishes, needs and requirements last for the sake of peace are going to be dissatisfied and unhappy in the long term.
  35. Watch your Posture!
    The psyche continuously receives feedback from the body about its activities and status sensitivities as for instance via muscle-movements and tension. It has been proven to lift the mood when the posture expresses optimism, happiness and confidence.
  36. Give your life meaning!
    Whoever wants to be happy and satisfied in the long term, must see to it that his/her life is a meaningful one. (See also my article "Give your life a meaning")
  37. Drink tea, not Coffee!
    Four cups of tea each day help the body to reduce stress – and the tea preparation ritual relaxes and makes you happy.
  38. Make Decisions!
    “It is better to execute imperfect decisions than to continuously search for perfect decisions that are never going to exist.” (Charles de Gaulle)
  39. Learn to control your negative Feelings!
    Delving into anger, grief or other negative emotions repeatedly and excessively does not have a relaxing effect but reinforces these feelings and increases the chance of their repetition.
  40. Meditate!
    Meditation activates and exercises the left frontal lobe – the more prominent it becomes the better we are able to deal with negative experiences and the happier we feel. 




Into the black

Tak terpikirkan dengan keadaan seperti ini
Aku bertalian dengan sesuatu
Melekat sedalam apa yang tak pernah kupikirkan sebelumnya
Merengkuhnya sulit
Meraihnya sangat rumit
Menjalaninya pun seperti berbelit-belit
Tidakkah menyadari bahwa yang kurengkuh sudah indah
Haruskah aku meminta yang lebih dari yang kudapat
Menjaga apa yang tertanam dalam hati dengan rasa syukur yang dalam
Pengecualian ini
Kesempatan ini
Kedatangan dan kepergian
Mengapa harus bersamaan
Pintu hati ini hanya bermuatan satu
Satu untuknya, bukan dengannya
Ada jika hanya bercanda
Ada jika hanya tertawa
Pergi untuk kembali
Kembali dan akan kunanti



Thursday, June 3, 2010

3B : Potret Perempuan Masa Kini

Saya sudah lama sekali ingin mengungkapkan tulisan ini disaat paper-paper kampus sebulan kemarin menumpuk bagaikan guning everest, lalu mulai mencair ketika sampai pada deadline matakuliah kebanggaan kita semua Sastra dan Masyarakat (Gue ngutuk banget ini matkul, salam jari tengah buat dosennya), alahh kelamaan pembukanya langsung ajalah, saya sudah sangat amat gatal ingin mengungkapkan ini semua, ditambah ketika menyaksikan perhelatan Miss Indonesia 2010, mari saksikan tulisan saya yang entah berguna atau tidak, tapi moga-moga bisa menjadi hiburan dikala liburan anda yang kesepian karena ketidakhadiran preman priuk ini, mari kita mulai
bismilahirraohmanirrahim...

3B : Potret Perempuan Masa Kini

Judul diatas saya analogikan semata-mata karena 3B biasanya berkaitan erat sama poin penting seorang wanita.
Ya.. 3B ... Behel, Blackberry, and Branded.

Sebuah analogi perempuan zaman sekarang ga jauh dari 3 itu. Entah kenapa tiba-tiba terbesit dalam ppemikiran saya kalau anak zaman sekarang khususnya penghuni daerah ibukota kerap terlihat dengan LABEL 3B itu.

Bukan lagi 3B yang kita kenal dulu, Beauty, Brain, and Behavior

3B
versi saya itu adalah potret gambaran buruk bagi perempuan zaman sekarang, entahlah kenapa saya bilang itu buruk, mungkin berikut alasannya:

1. Behel: Sebagaimana kita tahu, Behel, alias kawat gigi (saya heran gigi harus dipagerin) berfungsi untuk merapihkan gigi yang tidak rata, (Bahasa kasarnya biar gigi yang tonggos, rapih kembali). Tapi kemudian, beberapa tahun belakangan ini, pemakaian Behel semakin lama semakin gencar dikalangan perempuan zama sekarang, terutama para ABeGe. Padahal yang sering saya perhatikan, gigi mereka sudah rata, rapi, bahkan kinclong (mungkin odolnya dicampur bayclin sperti yang nona Elmira Elegan biasa lakukan, bukan begitu saudari elmira??). Intinya sekarang Behel terlihat seperti sebuah status, gengsi, atau apalah namanya itu. Bukan lagi sebagai fungsinya yang utama. Behelpun menjadi alih fungsi sebagai alat untuk memperlihatkan status sosial, demikian mungkin singkatnya. Oke next..

2. Blackberry : Wohoooooooo ini dia gadget yang mungkin paling HOT dan mutakhir abad kini, yayayyya mungkin ya mungkin tidak bagi sebagian orang. Tapi bagi para perempuan ibukota hal ini menjadi sebuah KEHARUSAN bukan KEBUTUHAN. Mereka yang awalnya tidak merasa membutuhkan benda ajaib ini seketika menjadi butuh karena pengaruh orang sekitar (teman misalnya yang sudah punya BB duluan), alasan utama ialah, punya BB berarti bisa BBMan sampe Bego, ya memang benar BB bukan Blackberry menurut saya tapi Bikin Bego, semua orang terutama perempuan menjadi addict sama benda ajaib ini, bahkan saya pernah mendengar kasus bahwa ada seorang wanita yang sampai tidak bisa dipisahkan sama BB nya pas lagi sakit parah. Sungguh memilukan!!

3. Branded : Untuk yang satu ini, hmmmm pertimbangan yang cukup signifikan. Hadirnya berbagai majalah fashion yang memunculkan berbagai Brand ternama membuat para perempuan menjadi seorang Branded Addict, okelah katakan mereka kreatif dan down to earth untuk urusan belanja (Misal belanja secondhand ataupun garage sale) tapi kenyataannya tetaplah branded. Kebanyakan dari mereka bahkan memilih barang-barang incarannya. Sale branded ternama paling sering diburu, padahal kenyataannya hanya beberapa persen saja diskon yang diberikan, mungkin pula sudah diperhitungkan lebih dahulu dengan si retailernya tersebut. Dunia fashion yang semakin membabi-buta pergerakannya membuat mata para perempuan semakin gila berbelanja dan menunjukan intuisi kreatifnya untuk mengembangkan industri fashion yang lebih modern. Disatu sisi ada baiknya, tapi disisi yang lain bagi perempuan yang tidak kuat mengikuti arus pergerakan dunia fashion, mereka seakan terbuang.

Lalu dimanakah LABEL 3B yang lebih kita kenal dulu dengan Beauty, Brain, and Behaviour??

Menyaksikan ajang Miss Indonesia 2010 kemarin sepertinya sangat menyedihkan. Tak disangka 3 Besar Finalisnya tidak ada satupun yang menguasai Bahasa Inggris dengan baik (Ini baru bahasa inggris saja, apakabar bahasa internasional yang lain). Sangat disayangkan bahwa mereka tidak seperti yang penonton harapkan, bagaimana bisa para juri meloloskan para perempuan yang seperti itu. Mungkin dilain sisi ada kelebihan yang lain, tapi ini adalah salah satu Kontes Kecantikan yang menjadi kunci penggambaran sebuah wanita Indonesia untuk dibawa ke kancah Internasional nantinya. Jika dari awalnya saja mereka kewalahan hanya dengan pertanyaan berbahasa inggris, bagaimana lainnya (Faktor grogi tidak saya perhitungkan, karena saya pikir mereka harus sudah siap dengan berbagai pertanyaan yang saya tahu disetiap kontes itu sudah pasti diketahui, namun hanya diacak saja pertanyaannya, kalau si salah satu finalis itu mendapatkan yang susah, ia harus bisa mempersiapkan jawabannya dengan smaksimal mungkin).

Dari paparan tentang LABEL 3B yang biasanya menempel erat dengan ajang kontes kecantikan, sangat tidak tergambarkan. Okelah mereka cantik, tapi yang lainnya sepertinya NOL BESAR.

Bagi saya sangat memprihatinkan melihat perempuan sekarang tak seperti yang tergambarkan semestinya, entah yang semestinya itu seperti apa saya pun masih mencari-cari penggambaran itu. Cuplikan paparan dari gambaran imajinasi dan fakta yang saya miliki mungkin menjadi sebuah keprihatinan besar bagi para perempuan lainnya. Saya sendiri sebagai perempuan tidak ingin dicap sebagai 3B yang monoton dengan Label Beauty, Brain, and Behaviour, karena saya pikir ketiga Label tersebut mungkin memang penting, tapi masih banyak Label-label penting lainnya yang dimiliki setiap perempuan, karena saya tahu kita para wanika ini Unik.. ya kita unik wahai perempuan.

Lalu dengan 3B versi perempuan masa kini diharapkan bila menjadi sebuah pertimbangan bagi perempuan lainnya. Bukankah kalian pun tak ingin dianggap sebagai perempuan berlabel ini. Saya yakin kalian bangga dengan apa yang kalian miliki sekarang ini, tak perlulah menjadi orang lain untuk dianggap "ada" diantara yang lain. Just Be Your Self yoou look so Beautiful Girls ^_^

Tulisan ini saya buat hanya semata-mata untuk mengoreksi kehidupan yang ada akhir-akhir ini. Tidak dimaksudkan untuk kepentingan apapun. Saya hanya berbagi cipta, rasa, dan karsa. Hanya ingin memperlihatkan kepada seluruh perempuan bahwa dengan mencintai apa yang kita miliki, kita akan bahagia untuk memiliki yang lainnya.

Sekian dan Terima Kasih

NB : Ditunggu komentarnya, baik positif maupun negatif untuk merampungkan Essay ini. Thanks Girls

Saturday, December 26, 2009

Tentang Rasaku Untukmu : Sebuah Catatan Dalam Keheninganku

I


Aku mencintaimu dengan caraku
Dengan setiap aliran darahku yang mengalir
Dengan setiap hembusan napas yang kuhempas
Dengan setiap kata yang ku ucap
Dengan setiap bagian-bagian dalam ragaku

Kutakut salah mencintaimu dengan caraku
Kutakut salah mengartikan segala apa yang kau ucap
Kutakut salah menilai apa yang kau lakukan
Kutakut salah memahami atas segala kemurahan hatimu

Aku bukanlah semanis madu yang kau kira
Tak jua sejahat racun yang melumat segala
Kuhanya biasa
Aku adanya aku hanya ini yang kupunya

Tak ingin aku memberikan ilusi
Tak ingin pula aku membuatmu terlena
Karena aku tak mampu membuatnya
Karena ku tak sanggup melakukannya


II

Kalah…
Kesekian kalinya
Tak sanggup menanggungnya
Mungkin akan meledak karena penuh sesak
Tapi aku tabah

Situasi…
Halaman kejadian hidup
Kubalik kalau Tuhan mengizinkan
Kurangkai dan kususun agar baik
Agar kau tersenyum

Hilang…
Kalah kau hilang
Situasi kau hilang
Cinta kau hilang
Menjauh sejauh angina membawa harapan
Harapan yang kujadikan pertahanan
Kubuat kau tegar sekuat baja
Namun kutetap kalah tegar karenamu



III

Kucintai kau apa adanya
Tak peduli kau seperti apa
Aku terima segala apa yang ada di dalam dirimu
Tak peduli orang lain berkata apa
Aku terima segala apa yang kan terjadi
Kucintai kau apa adanya
Di setiap aku dalam kekosongan
Kutahu kau selalu ada disana
Tanpa cinta tapi kebaikan
Sebuah tindakan kesalahan keyakinanmu
Aku tak peduli
Aku butuh baikmu
Kucinta kau apa adanya
Seribu kesalah pahaman yang ku alami
Takkan kutolak dengan hati
Kusimpan mungkin kutangisi
Airmata ini saksinya
Saksi untukmu bahwa
Kucintai kau apa adanya
Cintailah aku dengan adanya aku
Atas diriku ini yang tak mampu meraihmu



IV

Terjatuh
Salah ketuk hati
Aku tak permisi
Maafkan aku

Demi Tuhan
Aku menahan rasa ini
Agar duniaku tak beralih
Agar aku bisa damai tanpamu

Kujalani
Hari-hari tanpa asa
Tapi kau selalu merasuk
Memaksa
Hadir dalam kasat lamunku

Pergi
Kumohon pergilah
Aku rela lepaskan rasa ini
Aku rasa tak pantas
Ada mu disisiku

Karena kutahu
Kau cinta dia
Rasa dan hatimu untuknya
Walau kata pisah itu ada
Tersemat lama
Tetap kau cinta